Cara Mudah Manajemen Bimbel Lebih Optimal

manajemen bimbel di saat mengajar

Table of Contents

Manajemen bimbingan belajar (bimbel) merupakan hal yang sangat krusial bagi pelaku industri pendidikan seperti lembaga bimbel. Ditengah menjamurnya lembaga bimbel di Indonesia, pelaku usaha maupun pemilik bimbel di Indonesia dituntut agar selalu relevan dengan perkembangan zaman dan industri yang ada dan mampu berkelanjutan.

Data terakhir yang dihimpun oleh Kemendikbud pada tahun 2019, menunjukan bahwa ada kurang lebih dari 4.488 (lembaga bimbel serta lembaga kursus dan pelatihan) yang terakreditasi dari 17.306 jumlah keseluruhan yang tersebar di Indonesia. Melihat data sebanyak itu, tentu diperlukan strategi dalam mengelola bimbel agar bisa bersaing dan bertahan.

Pengertian Manajemen Bimbel

Secara harfiah manajemen merupakan sebuah proses memanfaatkan sumber daya secara efektif untuk mencapai tujuan. Dalam proses tersebut terdapat beberapa komponen penting diantaranya, perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan juga pengendalian. Bimbel, atau bimbingan belajar sendiri merupakan lembaga edukasi non formal yang menawarkan fasilitas bantuan pembelajaran bagi peserta didik agar hasil belajar lebih maksimal dan menjadi solusi akan kesulitan yang dihadapi peserta dalam kegiatan belajar yang dihadapinnya. 

Bagaimana Cara Manajemen Bimbel Berjalan Lebih Maksimal?

administrasi manajemen bimbel
Tinggalkan paperwork dan digitalisasi proses manajemen bimbel Anda

Mengacu kepada kerangka utama dalam manajemen, yaitu perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), pengawasan dan pengendalian (controlling). Pelaku usaha maupun pemilik bimbel, perlu memerhatikan keempat proses diatas. Bukan hanya untuk memudahkan tercapainya kepentingan lembaga bimbel  yang mampu mendapatkan dampak optimal terhadap kegiatan bisnisnya, namun peserta didik pun merasakan dampak yang signifikan dari tujuannya mengikuti bimbel.

Dalam manajemen bimbel, proses perencanaan erat kaitannya dengan bagaimana lembaga bimbel ataupun tutor merumuskan tujuan belajar (menganalisis tugas, identifikasi kebutuhan belajar, dan perumusan tujuan). 

Untuk proses pengorganisasian dalam konteks bimbingan belajar meliputi proses sebuah lembaga atau pendidik dalam mengatur sumber belajar untuk mencapai tujuan dengan hasil paling efektif, hemat, dan efisien. Pada proses pelaksanaan merupakan proses yang tak kalah penting yaitu pelaksanaan. Bagaimana usaha lembaga bimbel maupun tutor dalam memperkuat motivasi belajar peserta didik, juga memilih strategi belajar yang tepat guna mempertajam aspek kognitif dari muridnya. 

Hal terakhir yang tak luput perlu dilakukan lembaga bimbel adalah proses controlling, demi terciptanya pengalaman belajar yang optimal dan mengetahui sejauh apa tujuan telah tercapai. Mengevaluasi sistem belajar, mengukur hasil belajar serta manajemen bimbel berdasarkan tujuan, merupakan hal yang perlu dilakukan secara konsisten dan menyeluruh. 

Menurut “Sejarah Lembaga Bimbingan Belajar (Bimbel) Di DKI Jakarta 1974 – 2014” (2016) karya Nurhayati, bimbel pertama kali muncul pada medio 1970-an atas reaksi kebijakan pemerintah mewajibkan ujian sekolah sehingga kurikulum sekolah tidak mampu mewadahi kebutuhan ujian. Puluhan taun berselang, lembaga bimbel masih eksis dan semakin berlomba melakukan inovasi baik secara metode belajar maupun pengalaman belajar yang semakin imersif. Pemanfaatan teknologi dilakukan tak sekadar menjadi bahan “jualan”, namun menciptakan simbiosis mutualisme antara pelaku usaha bimbel dengan peserta didiknya.

Sistem Manajemen Bimbel Digital

Sistem manajemen bimbel digital merupakan proses digitalisasi kegiatan manajemen bimbel yang berbasis teknologi berwujud perangkat lunak guna mengefisiensi kan semua proses yang berhubungan dengan pengelolaan bimbel. Sistem manajemen bimbel digital memungkinkan juga lembaga bimbel, ataupun tutor melakukan proses belajar mengajar bersama peserta didik secara jarak jauh lebih mudah. Kini lembaga bimbel tak perlu khawatir jika tidak memiliki sumber daya yang memadai seperti karyawan maupun gedung yang luas untuk menampung peserta didik. Semuanya mampu dilakukan dengan resource yang terbatas dengan bantuan aplikasi sistem manajemen bimbel digital.

Sistem ini dibuat dengan visi membantu para pengajar dalam merencanakan dan pembuatan kurikulum, mengelola bahan pembelajaran, mengelola kegiatan belajar, merekapitulasi hasil belajar peserta didik bahkan orang tua murid dapat melakukan proses kontroling langsung dengan mengakses aplikasi tersebut. Sistem ini menawarkan kemudahan kepada peserta didik dalam mengakses materi pembelajaran melalui aplikasi di mana saja dan kapan saja.

Memilih Sistem Manajemen Bimbel Digital

Di tengah menjamurnya aplikasi dan penyedia jasa sistem manajemen bimbel digital tentu semakain variatif juga fitur yang ditawarkan. Dengan menggunakan sistem manajemen bimbel digital tentu pelaku usaha bimbel berharap dapat membantu bimbel nya agar lebih berkembang dan memudahkannya. Berikut ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan saat memilih sistemnya:

Sistem pembayaran dan keuangan yang mudah dan lengkap

Hal ini menjadi penting bagi pengguna maupun lembaga bimbel. Kemudahan bertransaksi seperti berbelanja di e-commerce dengan fleksibilitas pembayaran tentu merupakan hal yang dicari oleh pelanggan. Tak hanya itu, dengan sistem keuangan yang lengkap mampu merampingkan proses administrasi dan meminimalisir paperwork.

User interface yang mudah digunakan

Mengingat tidak semua pengguna ataupun pelanggan memiliki kemampuan dalam memanfaatkan teknologi dalam level yang sama, memilih sistem manajemen bimbel dengan tatap muka yang simpel, mudah dioprasikan, dan seamless merupakan aspek yang perlu juga diperhatikan.

Memberikan free demo

Untuk mengetahui semua hal yang perlu diketahui sebelum memutuskan mana sistem yang cocok, agar tidak membeli kucing dalam karung kita bisa melihat mana penyedia jasa yang dapat memberikan demo dan product knowladge secara komprehensif. Demo yang jelas dan gratis dengan proses onboarding yang jelas mampu mempermudah lembaga bimbel dalam adaptasi menggunakan metode baru tersebut. 

Kesimpulan

Digitalisasi sistem manajemen bimbel digital menjadi solusi bagi lembaga bimbel yang memiliki keterbatasan sumber daya maupun lembaga yang ingin terus melakukan inovasi ditengah gempuran teknologi dalam industri bimbel. Faktor mempermudah, efektif, dan efisien menjadi beberapa hal yang ditawarkan dalam sistem manajemen bimbel berbasisi digital. Dalam memilih aplikasi atau website sistem manjemen bimbel hal yang terpenting aspek aksesisbilitas, kelengkapan, dan mencoba aplikasinya secara langsung dengan layanan demo gratis yang ditawarkan oleh lembaga penyedia sistem manajemen bimbel.

Facebook
Twitter
LinkedIn

More to explorer

16TH FLOOR, APL OFFICE TOWER, PODOMORO CITY, JL. LETJEN S. PARMAN NO. KAV 28, RT.3/RW.5, TJ. DUREN SEL., KEC. GROGOL PETAMBURAN, KOTA JAKARTA BARAT, DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA 11470

www.aoneschools.id | [email protected]

All rights reserved. 2023 ©