Industri pendidikan pasca-pagebluk telah mengalami disrupsi sehingga memengaruhi kebiasaan dan pelaksaan dari sistem pendidikan itu sendiri. Murid-murid yang terbiasa pergi langsung ke sekolah bertatap muka dengan guru dan teman sejawatnya, kini dituntut lebih mandiri dan fleksibel dalam melaksanakan kegiatan pendidikan. Setali tiga uang dengan murid, guru maupun pegiat usaha pendidikan menjadikan momentum tersebut menjadi lebih adaptif dan efektif.
Bukan hal yang lazim jika kita melihat kini murid bisa mengerjakan ujian atau bahkan mengikuti kelas hanya didepan laptop berlatar belakang kamar tidurnya, atau jika kita melihat beberapa bimbel maupun kursus kini memiliki keleluasaan jangkauan pasar dan tidak perlu lagi memiliki gedung pembelajaran.
Beberapa hal diatas merupakan celah yang sedang dieksplorasi bisnis education technology (edutech) dalam prakteknya. Secara umum, pasca-pagebluk menjadikan momentum bagi bisnis pendidikan hingga pekerjaan di bidang edutech yang melayani pelajar dewasa, khususnya untuk berkembang secara pesat. Kini di indonesia sendiri, ada puluhan startup edtech “unicorn” dengan valuasi di atas US$ 68 juta atau mendapatkan pendanaan seri c.
Apa Pengertian Edutech?
Secara terminologi edutech atau edtech merupakan gabungan dua kata serapan Bahasa Inggris yaitu educational dan technology, yang bermakna pendidikan dan teknologi. Edutech / edtech dapat diartikan juga sebagai pemanfaatan teknologi dalam bidang edukasi atau pendidikan. Dalam definisi lain, hal ini merupakan inovasi dalam sistem pendidikan dengan memanfaatkan piranti lunak (software) dan perangkat keras (hardware) untuk meng-improve pengalaman belajar maupun sistem pendidikan untuk mencapai hasil yang lebih baik (efisien dan efektif).
Tak hanya faktor teknologi sebagai alat (tools) bantu atau juga infrastruktur kunci, yang berperan besar dalam terlaksananya edutech. Faktor sumber daya manusia pun sangat berperan penting. Edutech menuntut pegiat usahanya serta pelaku dunia pendidikan agar lebih adaptif serta dinamis secara mandiri karena perkembanganya dunia edutech sendiri sangat dinamis.
Di Indonesia, perkembangan industri ini mendapat perhatian yang sangat besar dari pemerintah. Sejak 2020, pemerintah melalui Kemdikbud rutin mengadakan “Indonesia Edutech Expo” sebagai upaya nyata memperluas wawasan masyarakat di dunia pendidikan, terutama terkait edukasi berbasis teknologi. Melihat pertumbuhan teknologi yang pesat, sebanding dengan pertumbuhan startup edutech yang mulai bermunculan di Indonesia.

Dikutip dari tracxn.com, sejak 2020 dimana startup edutech hanya ada 44, jumlahnya berkembang pesat menjadi 210 pada 2021. Hal ini menunjukan antusiasme dan keinginan Indonesia sebagai negara serta startup sebagai elemen penyelenggara yang mulai mempersiapkan agar menjadi adaptif dan memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia.
Pro dan Kontra Edutech Di Indonesia
Dengan pesatnya perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan tentu tidak hanya menimbulkan hal positif, tentu ada juga dampak lain yang diakibatkan teknologi terhadap industri apapun, dan pendidikan salah satunya. Berikut adalah beberapa manfaat dan hal yang menjadi penghambat bagaimana edutech terlaksana di Indonesia.
Cepat, Mudah, dan Murah
Keterbatasan waktu, akses sekolah yang jauh ditempuh, serta biaya pendidikan bagi peserta didik maupun penyelenggara yang tidak mampu menjangkau semua kalangan bisa diminimalisir dengan kehadiran edutech dalam sistem pendidikan Indonesia. Pemanfaatan teknologi (hardware dan software) dalam pendidikan memungkinkan akses pendidikan mampu dilakukan dimana saja, tidak terbatas dengan ruang dan waktu, baik bagi pelaku usaha maupun peserta didik.
Edutech dapat pula memangkas biaya penyelenggaraan pendidikan dengan signifikan. Pelaku edutech dapat merampingkan dan lebih mengefisiensikan biaya operasional pendidikan dengan bantuan aplikasi maupun software lainnya.
Terukur dan Berbasis Data
Edutech memungkinkan pelaku industri pendidikan melakukan improvement dalam hal manajemen pendidikannya. Semua kegiatan manajerial mulai dari perencanaan hingga evaluasi akan lebih akurat, presisi, dan berbasis data. Sehingga perumusan, pengambilan keputusan, pelaksanaan, dan evaluasi akan lebih tepat sasaran dan membuahkan hasil yang maksimal. Bahkan beberapa inovasi edutech memungkinkan sekolah maupun lembaga pendidikan mengadakan pembelajaran dengan pengalaman yang baru dan lebih menyenangkan bagi peserta didik.
Bagaikan koin yang memiliki dua sisi, edutech pun memiliki hal tersebut. Disisi lain membawa berbagai macam benefit bagi pelaku serta pesertanya namun tidak luput dari beberapa hal yang mampu menghambat ataupun menjadi tantangan dalam konteks edutech. Kesenjangan sosial, kepemilikan alat yang memadai semisal gadget ataupun laptop, hingga akses internet yang belum merata akan menjadi tantangan serta kendala bagi penetrasi edutech di Indonesia. Namun adanya sinergi pemerintah dengan berbagai macam elemen industri pendidikan, rasanya hal ini akan mampu diselesaikan dengan seiring berjalannya waktu.
Jenis Layanan Startup Edutech
Startup edutech yang mulai menjamur di Indonesia datang dengan berbagai solusi dengan beragam metode pula. Namun ada beberapa jenis layanan utama yang acapkali disediakan oleh startup-startup di Indonesia. Berikut diantaranya:
E-Learning
E-learning adalah singkatan dari electronic learning, merupakan pengemasan pembelajaran, pemamparan materi, pengerjaan ujian berbasis konten (audio visual) yang dapat diakses secara interaktif. Layanan ini lazim digunakan oleh lembaga belajar, bimbel, ataupun sekolah yang tidak mengharuskan murid dan gurunya berada dalam satu ruang dan waktu yang bersamaan.
Learning Management System (LMS)
Learning Management System (LMS) tidak hanya menyediakan pembelajaran secara daring, namun membantu para peserta didik serta penyelenggara studi dalam hal merencanakan hingga evaluasi. Tak jarang lembaga pendidikan seperti universitas menggunakan layanan ini untuk mengakomodir kebutuhan mahasiswa dalam melakukan proses pembelajaran.
Software as a Services (SaaS)

Layanan edutech selanjutnya yang tak kalah inovatif adalah Software as a Services (SaaS). Layanan ini biasanya digunakan untuk pembelajaran online dengan produk piranti lunak. Berbasis langganan atau subscription, layanan ini seringkali digunakan oleh lebaga pendidikan yang akan melakukan transformasi digital. Salah satu contoh nya adalah sistem manajemen sekolah, bimbel, dan kursus milik AOneSchools.
Massive Open Online Course (MOOC)
Yang terakhir adalah Massive Open Online Course (MOOC). Dengan skala yang lebih besar dan lebih mengakomodir pembelajaran banyak peserta dengan waktu yang bersamaan, layanan ini popular di kalangan lembaga kursus berbasis online yang menawarkan pelatihan softskill, sertifikasi, ataupun bootcamp.
Kesimpulan
Edutech sebagai inovasi dalam industri pendidikan perlu disambut dengan positif jika dilihat dari azas kebermanfaatannya. Hal ini mampu menjadi solusi efektif serta efisien bagi Indonesia khususnya yang memiliki luas negara yang besar dem terwujudnya kualitas pendidikan yang lebih baik. Adapun tantangan yang dihadapi edutech dalam implementasinya merupakan hal-hal yang bisa diusahakan jika semua elemen dalam pendidikan bersinergi demi terciptanya satu visi yaitu pendidikan yang lebih baik.


