Sejak pandemi hingga kini pasca pandemi dalam konteks pendidikan, sebagai pengelola lembaga, guru, maupun tutor anda sering mendengar akronim LMS. Lalu apa sebenarnya learning management system atau yang biasa disebut LMS itu? Kami coba merangkum beberapa poin pembahasan mengenai learning management system secara menyeluruh sebagai insight atau bahkan pertimbangan Anda dalam menentukan LMS apa yang cocok dengan lembaga pendidikan yang anda kelola maupun Anda sebagai guru atau tutor.
Apa Itu LMS?
LMS atau Learning Managament System merupakan sistem berbasis perangkat lunak khusus dibuat dan disesuaikan untuk keperluan perencanaan, pengarahan, pelaksanaan, pengorganisasian, koordinasi, dan pengendalian dalam bidang edukasi atau pendidikan yang berkaitan dengan konten pembelajaran antara lembaga edukasi kepada peserta didik bahkan dengan orang tua murid.
Jenis Layanan Learning Management System
Learning management system berfungsi sebagai alat bantu (tools) lembaga pendidikan (pengajar atau tutor) untuk mempermudah proses perencanaan serta pembuatan program belajar. Tak hanya itu, LMS mampu membantu pengelolaan bahan pembelajaran, mengelola aktivitas pembelajaran, mengelola dan merekapitulasi absensi dengan nilai, berkomunikasi antar siswa, siswa-pengajar, ataupun pihak lembaga pendidikan kepada orang tua siswa.
Manfaat Serta Fungsi Learning Management System
Secara garis besar manfaat dari learning management system akan membawa kemudahan bagi penggunanya, mulai dari lembaga pendidikan, pendidik, hingga peserta didik. Semua hal yang bersifat teknis pengajaran hingga komunikasi kepada user, terakomodir dan dipermudah dengan hadirnya LMS. Khusus kegiatan belajar mengajar yang dilakukan jarak jauh, penjelasan secara virtual melalui LMS akan terasa lebih komprehensif dan mudah dimengerti dengan segala fitur kemudahannya.
Variasi pengajaran dan pengalaman belajar jarak jauh menggunakan LMS juga memberikan kesan yang sama baiknnya dengan pembelajaran yang dilakukan tatap muka. Pada sudut pandang pengelola lembaga atau tutor pun akan merasa lebih efisien karena semua perkembangan siswa dapat terpantau melalui dashboard learning management system.
Fungsi lain LMS yang tak kalah penting adalah sebagai jembatan penghubung antara pihak lembaga dengan peserta didik / orang tua walau kegiatan belajar mengajar terjadi secara daring. Pintu komunikasi dua arah sangat memungkinkan terbuka sehingga tak perlu ada kekhawatiran terkait tertutupnya akses orang tua terhadap kondisi dan perkembangan anaknya saat mengikuti proses pembelajaran.
Kekurangan dan Kelebihan Learning Management System Pada Pembelajaran

Berikut adalah penjabaran mengenai kelebihan serta kekurangan dari layanan LMS yang bisa menjadi bahan pertimbangan Anda untuk mencobanya.
Kelebihan:
- Efisiensi waktu belajar karena dengan pembelajaran online dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun.
- Biaya penyelenggaraan pendidikan dengan menggunakan learning management system jauh lebih murah ketimbang pendidikan konvensional.
- Membantu mempermudah lembaga ataupun guru mengumpulkan dan menganalisis hasil pembelajaran yang dilakukan siswa.
- Memacu peserta didik agar lebih mandiri dalam proses pembelajaran
- Pemanfaatan multimedia yang mampu disediakan LMS merupakan inovasi dan variasi dari kegiatan belajar mengajar agar murid tidak jenuh dan tetap engage dengan kelas.
- Mempermudah lembaga dan guru untuk mengatur jadwal serta kurikulum yang relevan.
- Sebagai alternatif pendidikan di pasca pandemi.
- Memudahkan komunikasi dengan adanya fitur diskusi dan mengobrol pada LMS.
- Proses pembayaran biaya pendidikan lebih mudah dan lebih banyak opsi pembayaran.
- Orang tua menjadi mudah mengontrol anaknya secara real-time dengan hanya mengecek dashboard LMS.
- Konten serta apapun hal berkaitan dengan materi maupun kegiatan belajar mengajar akan terarsip dan tersimpan dengan baik.
- Meminimalisir resiko yang ditimbulkan dari penyelenggaraan sekolah konvensional.
Walau begitu LMS, khususnya di Indonesia memiliki kekurangan yaitu tidak meratannya akses internet dan akses terhadap alat (laptop atau komputer) atau gadget yang tidak semua orang miliki.
Contoh LMS
Salah satu contoh LMS yang banyak digunakan oleh lembaga pendidikan adalah Google Classroom sebagai media untuk melakukan pengumpulan dan penilaian tugas, sedangkan untuk menjalankan kelas daring biasanya menggunakan Google Meet atau Zoom.
Untuk pengalaman belajar yang lebih nyaman selain menggunakan LMS, ada baiknya menggunakan learning center management system (LCMS) untuk melengkapi dan mempermudah kegiatan operasional harian dan administratif lembaga seperti penjadwalan kelas, manajemen siswa, laporan perkembangan siswa, pembayaran iuran, hingga kemudahan komunikasi antara lembaga dengan orang tua siswa.
Seperti AOneschools, sebuah learning center management system terbaik di Asia Tenggara yang kini sudah digunakan oleh ribuan lembaga pendidikan yang tersebar di Asia Tenggara.
Kesimpulan
Learning management system pada dasarnya akan mempermudah penggunanya dalam menyelenggarakan kegiatan pembelajaran. Hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih LMS mana yang ingin digunakan, selain manfaat dan fiturnya, adalah aspek trustworthy atau kepercayaan. Lengkapi juga pengalaman belajar dengan learning center managamenet system seperti AOneschools.


