Dalam dunia pendidikan yang terus berkembang, metode pembelajaran yang inovatif menjadi kunci untuk mencapai hasil yang optimal. Salah satu metode yang semakin populer adalah flipped classroom. Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan apa yang dimaksud dengan flipped classroom, bagaimana konsepnya bekerja, manfaatnya, serta keuntungan dan kerugiannya. Berikut penjelasan lengkap yang bisa Anda ketahui!
Apa yang Dimaksud dengan Flipped Classroom?
Flipped classroom merupakan pendekatan pembelajaran di mana siswa memperoleh materi pelajaran secara mandiri melalui video atau bahan pembelajaran online sebelum sesi kelas. Sedangkan, waktu kelas digunakan untuk diskusi, tanya jawab, dan kegiatan kolaboratif yang lebih interaktif. Konsep ini seperti arti secara bahasa dari kata “flipped” yaitu dibalik yang berarti membalik tradisi pengajaran konvensional, di mana penjelasan materi dilakukan di kelas, sementara latihan dilakukan di rumah.
Bagaimana Cara Kerjanya?
Dalam flipped classroom, guru mempersiapkan dan merekam video atau materi pembelajaran interaktif yang dapat diakses oleh siswa secara online sebelum pertemuan kelas. Siswa belajar secara mandiri sesuai jadwal mereka sendiri. Di kelas, guru memfasilitasi diskusi, memberikan umpan balik langsung, dan mengarahkan kegiatan kolaboratif. Cara ini memungkinkan siswa belajar dengan kecepatan masing-masing dan mengaktifkan peran guru sebagai fasilitator pembelajaran.
Konsep Dasar Flipped Classroom

Berikut adalah tiga hal yang dapat dijadikan pilar kegiatan dengan metode ini
- Materi Pre-Class: Siswa mengakses materi pembelajaran sebelum sesi kelas melalui video atau bahan pembelajaran online yang disiapkan oleh guru.
- Diskusi Kelas: Sesi kelas digunakan untuk membahas, menganalisis, dan menerapkan konsep pembelajaran melalui diskusi dan kegiatan interaktif.
- Tugas Lanjutan: Setelah sesi kelas, siswa diberikan tugas lanjutan untuk memperdalam pemahaman dan melatih keterampilan yang telah dipelajari.
Manfaat Flipped Classroom
Mengingat semakin dinamisnya hal yang dihadapi oleh pengajar serta pelajar, flipped classroom besar kemungkinan dapat dijadikan opsi dikala jenuhnya kegiatan belajar mengajar yang selama ini dilakukan dalam lembaga pendidikan Anda.
- Pembelajaran Mandiri: Mendorong siswa untuk belajar secara mandiri dan bertanggung jawab terhadap proses pembelajaran mereka.
- Interaksi yang Lebih Intensif: Di kelas, siswa dapat berdiskusi langsung dengan guru dan teman sekelas, meningkatkan interaksi dan kolaborasi.
- Pemahaman yang Mendalam: Dengan mempelajari materi sebelum kelas, siswa memiliki waktu yang lebih lama untuk memahami dan menerapkan konsep yang diajarkan.
- Penyesuaian Individual: Siswa dapat mempelajari materi dalam kecepatan mereka sendiri, sementara guru dapat memberikan perhatian lebih pada siswa yang membutuhkannya.
Keuntungan dan Kerugian
Keuntungan:
- Memotivasi Siswa: Siswa menjadi lebih aktif dan terlibat dalam proses pembelajaran.
- Peningkatan Pemahaman: Siswa memiliki kesempatan lebih banyak untuk berlatih dan memperdalam pemahaman mereka.
- Mengembangkan Keterampilan Kolaborasi: Mendorong kerja sama dan kolaborasi antar siswa.
Kerugian:
- Keterbatasan Akses: Tidak semua siswa memiliki akses yang sama terhadap teknologi dan koneksi internet yang dibutuhkan.
- Membutuhkan Perencanaan yang Matang: Implementasi metode ini membutuhkan perencanaan yang cermat dan pemilihan sumber belajar yang tepat.
Kesimpulan
Flipped classroom menjadi metode pembelajaran yang menarik dengan potensi besar untuk meningkatkan efektivitas dan keterlibatan siswa dalam proses belajar. AOneSchools sebagai learning center management system dapat memainkan peran kunci dalam mendukung implementasinya. Dengan fitur-fitur inovatif yang ditawarkan mampu melengkapi dan mempermudah kegiatan administrasi harian guru. Dapatkan pengalaman terbaik dalam menerapkan flipped classroom dengan menggunakan learning center management system terbaik se-Asia Tenggara, AOneSchools.


