Pendahuluan
Menjelang akhir semester, guru PAUD biasanya mulai disibukkan dengan penyusunan rapor perkembangan anak. Di era Kurikulum Merdeka, bentuk dan pendekatan penilaian PAUD kini lebih berfokus pada proses perkembangan anak, bukan sekadar hasil akhir.
Sayangnya, masih banyak guru yang bingung seperti apa format rapor PAUD Kurikulum Merdeka yang sesuai panduan terbaru dari Kemendikbud. Artikel ini akan membahas struktur, contoh deskripsi, dan bahkan template rapor yang bisa Anda gunakan langsung baik secara manual maupun digital menggunakan aplikasi seperti AOneSchools.
1. Tujuan dan Prinsip Penilaian di PAUD Kurikulum Merdeka
Penilaian di PAUD bukan untuk memberi nilai angka, melainkan untuk mendokumentasikan proses belajar dan tumbuh kembang anak secara holistik. Menurut panduan Kemendikbud (2023), prinsip utama penilaian di PAUD meliputi:
- Autentik: berdasarkan pengamatan nyata dalam aktivitas anak.
- Berkelanjutan: dilakukan terus-menerus, bukan hanya di akhir semester.
- Individual: memperhatikan karakter dan tempo belajar tiap anak.
- Bermakna: deskripsi hasil belajar harus mudah dipahami orang tua.
Dengan kata lain, rapor PAUD adalah cerita tumbuh kembang anak dalam bentuk narasi, bukan angka.
2. Struktur Format Rapor PAUD Kurikulum Merdeka
Format rapor Kurikulum Merdeka pada jenjang PAUD umumnya mencakup:
| Bagian | Isi / Keterangan |
|---|---|
| Identitas Anak | Nama, usia, kelompok, semester, nama pendidik |
| Informasi Umum | Ringkasan perilaku & karakter anak |
| Aspek Perkembangan | Nilai-nilai agama & moral, motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, seni |
| Deskripsi Naratif | Cerita singkat dari pengamatan guru di setiap aspek |
| Rekomendasi untuk Orang Tua | Dukungan stimulasi di rumah |
| Catatan Guru / Kepala Sekolah | Tanda tangan dan tanggal penerbitan |
Format ini bisa disesuaikan, asalkan tetap menonjolkan narasi perkembangan anak berdasarkan observasi harian.
3. Contoh Deskripsi Rapor PAUD (Per Aspek)
Berikut contoh kalimat deskripsi sesuai pedoman terbaru:
Nilai Agama dan Moral
“Anisa mulai menunjukkan sikap sopan dalam berbicara dan mengucapkan salam setiap bertemu guru dan teman. Ia juga senang meniru kegiatan doa sebelum makan.”
Motorik Kasar & Halus
“Rafi mampu mengikuti gerakan senam sederhana dengan percaya diri. Ia juga mulai teliti saat mewarnai bentuk tanpa keluar garis.”
Kognitif
“Dara suka bereksperimen mencampur warna dan mulai memahami konsep banyak–sedikit dalam permainan klasifikasi benda.”
Bahasa
“Rafa sudah bisa menceritakan pengalaman sederhana dengan kalimat lengkap. Ia juga antusias saat mendengarkan cerita bergambar.”
Sosial dan Emosional
“Luna semakin mudah bekerja sama dalam kelompok kecil dan berani menyampaikan pendapatnya tanpa ragu.”
4. Tips Membuat Rapor PAUD yang Efisien
- Gunakan catatan harian (anecdot record) selama semester berjalan.
- Gunakan kata positif dan konkret. Hindari kata “belum bisa”, ganti dengan “sedang berkembang”.
- Konsisten dalam gaya bahasa. Misalnya selalu menggunakan bentuk naratif aktif.
- Gunakan aplikasi manajemen pendidikan seperti AOneSchools untuk menyusun laporan otomatis berdasarkan observasi harian guru.
- Sertakan catatan reflektif untuk orang tua, agar mereka bisa melanjutkan stimulasi di rumah.
5. Digitalisasi Rapor dengan AOneSchools
AOneSchools membantu lembaga PAUD membuat rapor dengan lebih cepat dan akurat melalui fitur:
- Progress Report Harian: guru tinggal isi catatan singkat per anak setiap hari.
- Auto-Generated Summary: sistem otomatis menyusun rekap semester berdasarkan aktivitas harian.
- Parent Access: orang tua bisa lihat laporan lewat aplikasi tanpa perlu file kertas.
Hasilnya? Lebih hemat waktu, tidak ada data hilang, dan rapor bisa dicetak atau dikirim digital.
Kesimpulan
Membuat rapor PAUD Kurikulum Merdeka bukan sekadar menulis laporan, tapi juga mendokumentasikan proses tumbuh kembang anak dengan hati dan observasi yang cermat.
Dengan template yang tepat dan bantuan teknologi, guru bisa lebih fokus pada esensi pembelajaran — bukan pada administrasi yang melelahkan.
Rapor yang baik bukan yang paling rapi, tapi yang paling bermakna untuk anak dan orang tua.



