Saat pandemi, ekosistem pendidikan di Indonesia mengalami perubahan drastis yang memaksa semua pelaku dunia pendidikan beradaptasi dengan kondisi tersebut. E-learning menjadi opsi bagaimana lembaga pendidikan tetap menjalankan kegiatan belajar di masa krisis. Saat tidak memungkinkan menjalankan kegiatan belajar tatap muka, e-learning menjadi solusi akan permasalahan tersebut.
Fleksibilitas serta aksesibilitas menjadi keutamaan e-learning sehingga banyak lembaga pendidikan memutuskan untuk beralih kepada metode tersebut. Namun pasca pandemi saat kegiatan tatap muka dapat kembali dilakukan beberapa lembaga pendidikan lainnya kembali menjalankan proses pembelajaran tradisional, mengingat beberapa memprioritaskan interaksi tatap muka.
Namun sebelum Anda menentukan model pembelajaran yang akan diimplementasikan, ada baiknya untuk mengecek pembahasan mengenai perbandingan, kelebihan, dan kekurangan dari e-learning maupun traditional learning. Simak selengkapnya!
Apa Itu E-Learning
Definisi dari e-learning sendiri merupakan kegiatan pembelajaran yang menggunakan perangkat elektronik atau kegiatan belajar mengajar yang mampu dilakukan jarak jauh secara daring. E-learning merupakan gabungan dua kata yakni electronic dan learning. Dapat ditarik kesimpulan bahwa metode pembelajaran ini memanfaatkan teknologi seperti gadget ataupun komputer sebagai alat bantu distribusi materi dan terjadinya kegiatan belajar mengajar antar pengguna (guru dan murid).
Dalam pengertian lain, e-learning dapat dikatakan sebagai jaringan yang memberi ruang untuk terjadinya pertukaran ilmu pengetahuan dan penyampaian materi pendidikan yang diberikan kepada peserta didik pada waktu yang bersamaan maupun berbeda.
Apa Itu Traditional Learning
Traditional learning atau pembelajaran tradisional adalah proses pembelajaran di mana guru menjadi sumber utama (pusat) pembelajaran. Sistem ini membuat guru atau tutor menjadi sosok yang menjalankan fungsi pengajar, pendidik, sekaligus mendominasi pembelajaran sehingga peserta didik berperan sebagai objek pendidikan. Pembelajaran traditional memiliki cara mengedepankan pertemuan tatap muka langsung . Cara yang paling umum digunakan dalam pembelajaran jenis ini adalah ceramah, dimana guru di depan kelas menyampaikan mater, walaupun sesekali ruang untuk bertanya disediakan.
Pendekatan tradisional akan terasa monoton setiap kali mengajar karena beberapa dari metode ini memiliki keseragaman penyampaian dalam proses belajar. Guru memegang peranan penting dalam pembelajaran agar terjadinya hasil yang maksimal.
Perbandingan E-Learning vs Pembelajaran Tradisional

Untuk memilih metode pembelajaran yang terbaik, mempertimbangkan variabel penting seperti biaya, fleksibilitas, interaksi antara peserta dan instruktur, kualitas pembelajaran, serta keuntungan dan kekurangan masing-masing metode adalah sebuah hal yang wajib. Berikut penjelasan mengenai beberapa hal yang bisa Anda pertimbangkan agar memilih metode yang tepat.
Kualitas Pembelajaran
Pembelajaran tradisional dapat menawarkan pengalaman belajar yang lebih terstruktur dan lebih mendalam karena terfokus kepada materi yang diberikan dari sekolah ataupun lembaga pendidikan yang bersangkutan. Dengan guru atau tutor yang hadir secara langsung memudahkan dalam memberikan bimbingan tidak hanya sekadar materi pembelajaran namun juga dukungan moral atau bahkan psikis. Di sisi lain, e-learning memang memiliki tantangan menyoal kedalaman materi karena faktor kemandirian siswa sangat berpengaruh dalam hal ini. Menawarkan akses yang mudah dan cepat ke berbagai jenis materi pembelajaran, serta memberikan keleluasaan siswa dalam memilih materi pembelajaran sesuai dengan minat dan passion mereka.
Biaya
E-learning memiliki keunggulan dalam hal efisiensi biaya, mengingat metode ini tidak terlalu mementingkan infrastruktur seperti gedung yang memadai. Sementara itu, pembelajaran tradisional memerlukan biaya yang lebih tinggi untuk membayar instruktur, tempat belajar, dan peralatan pembelajaran.
Keleluasaan
E-learning memberikan fleksibilitas serta keleluasaan bagi siswa. Siswa dapat belajar kapan saja dan di mana saja sesuai dengan jadwal mereka. Sedangkan pembelajaran tradisional memiliki jadwal belajar konstan dan siswa perlu datang langsung ke tempat pengajaran untuk menjalankan proses belajar tersebut.
Interaksi antara Peserta dan Instruktur
Pembelajaran tradisional memungkinkan terjadinya interaksi secara langsung antara peserta dan pengajar, sehingga siswa dapat bertanya dan berdiskusi secara langsung dan mendampat umpan balik secara langsung dari pengajar. Sedangkan e-learning cenderung minim interaksi. Walau begitu perkembangan teknologi yang pesat kini beberapa inovasi diterapkan dalam pembelajaran elektronik seperti webinar, video call conference class, dengan harapan mensubtitusi kegiatan interaksi langsung dengan virtual.
Kesimpulan
Baik e-learning maupun pembelajaran tradisional keduanya memiliki kelebihan serta kekurangan. Tidak ada yang paling baik namun anda bisa menyesuaikan metode pembelajaran mana yang dapat mengakomodir serta sesuai dengan output yang anda harapkan. Beberapa lembaga bahkan kini menerapkan kombinasi antara keduanya atau disebut blended learning.
Khusus e-learning, hal krusial lainnya adalah memilih learning center management yang mampu menyempurnakan dan memberikan pengalaman belajar online yang Anda lakukan agar lebih maksimal.
AOneschools, merupakan lembaga learning center management terbaik di Asia Tenggara yang memudahkan proses administrasi sekolah maupun lembaga belajar yang Anda miliki sehingga pengalaman belajar lebih efektif, efisien, dan optimal.
AOneschools menawarkan demo gratis bagi Anda yang ingin yang merasakan mengelola lembaga pendidikan dengan segala kemudahannya!


